branding Semua penjual pasti ingin hasil penjualannya meningkat setiap waktunya. Cara apapun dilakukan untuk meningkatkan penjualan produknya. Tapi, tidak banyak yang tahu bagaimana meningkatkan penjualan dengan branding process. Karena branding sendiri memiliki step yang panjang dan membutuhkan waktu yang lama. Namun hasil yang didapat akan lebih besar dari promosi konvensional.

Kita ambil contohnya ketika penjual es dawet yang keliling menjajakan dawet. Setiap hari selalu ada pembeli dan jumlahnya tidak tetap. Suatu hari ketika penjualan meningkat, penjual berfikir jangan-jangan jalur berjualan yang dilalui hari itu adalah jalur yang paling ramai, sehingga penjualan meningkat. Besok harinya si penjual mencoba melalui jalan tersebut kedua kalinya, tapi hasil yang didapat berbeda jauh dari hari kemarin. Bila dilihat dari kasus tersebut, sesungguhnya masalah utama bukan terletak pada jalan yang dilaluiny, tapi brandingnya.

Kita lihat es teler 77 yang tidak melakukan penjualan keliling saja pembelinya bisa sanagt banyak. Mereka berdatangan ke tempat es teler 77 berjualan. Hal yang paling mempengaruhi adalah branding dari es teller 77 tersebut. Kemasan es teller 77 sangat profesional dan kesannya higienis. Jika penjual dawet tadi memahami pentingnya proses branding, bisa jadi kemanapun dia menjajakan dawet, pasti banyak pembelinya.

Hal ini berlaku untuk semua produk yang dijual di pasaran. Kita lihat contoh lain. Apa yang ada di benak kita ketika ingin membeli larutan penyegar cap kaki 3. Pasti yang terbayang adalah minuman kesehatan untuk mengobati penyakit panas dalam. Padahal ada beberapa riset yang mengatakan bahwa air yang terkandung di larutan cap kaki 3 adalah air putih biasa, tapi bagaimana mereka bisa menghipnotis konsumen Indonesia dengan iklan-iklannya. Jadi, ketika konsumen ingin membeli air putih biasa, mereka akan memilih produk Aqua. Tapi ketika ingin membeli minuman kesehatan, maka larutan penyegar menjadi alternatif pilihan. Obat panas dalam, menurut ahli kesehatan  sebenarnya cukup hanya dengan minum air putih. Tapi mindset pasar sudah diarahkan bahwa kita butuh minum larutan penyegar untuk mengobati panas dalam.

Dari cerita diatas, ada banyak faktor untuk membuat pasar mengenal dan membeli produk kita dengan sendirinya. Branding menjadi salah satu hal paling penting untuk itu. Dasar branding bisa dimulai dengan memilih logo yang tepat untuk produk Anda, kemasan yang menarik, dan desain iklan yang mengena. Kemudian setelah dasar branding itu terpenuhi, baru kita lanjutkan dengan proses branding tingkat lanjut. Salah satunya dengan memanfaatkan media sebagai alatnya. Yakinlah, proses branding yang lama akan berdampak panjang pada penjualan produk Anda.

Demikian ulasan bagaimana meningkatkan penjualan dengan branding. Semoga bermanfaat


No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.